Malam ini aku ingin menghibur diri yang sedang lelah berenang dalam lautan kesabaran. Aku ingin berpesta. Sebuah Pesta kecil. Sekedar menghilangkan penat, sekaligus menghimpun energi untuk berenang mengaruni samudera kesabaran. Esok hari.
Aku punya cara tersendiri untuk menghibur diri: air mata. Ya, air mata. Bagiku, ia adalah luapan tawa dalam bentuknya yang lain. Bentuk yang paling indah. Pesta ku malam ini, ditemani oleh gemerlapan lampu – lampu redup. Diramaikan oleh gemuruh riuh kesunyian. Dilantunkan senandung hati yang meliuk – liuk resah. Gelisah. Hujan kasih di langit hati akan segera turun.. sejuk.. mengalir, menganak sungai, membelah resah hingga ke dinding – dinding langit gelisah.
Langitpun terasa dekat. Aku mulai melantunkan kidung rinduku pada-Nya. Hatiku mulai melapang. Bahkan Dia yang tak tertampung oleh bumi dan langit karena keMaha BesaranNya, kini, Ia bersemayam dalam hatiku dengan keMaha LembutanNya. Hujan kasih dilangit hati, mulai menerangi ruang yang sedang redup dengan cahaya kasih-Nya. Meramaikannya dengan lantunan kidung cinta-Nya nan abadi. Meriuhkannya dengan kepakan sayap – sayap malaikat-Nya yang menaungi hati dengan kesejukan.
Di sini. Disini lah, tempatku duduk sejenak, dikala lelah.. di pesta malamku..
Selasa, 12 Juli 2011
Menghibur diri..
10.59
Thoriq Ad Daawiy


0 komentar:
Posting Komentar