Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Maret 2012

Misteri Leluhur Bangsa Jawa


Di dalam Mitologi Jawa diceritakan bahwa salah satu leluhur Bangsa Sunda (Jawa) adalah Batara Brahma atau Sri Maharaja Sunda, yang bermukim di Gunung Mahera.
Selain itu, nama Batara Brahma, juga terdapat di dalam Silsilah Babad Tanah Jawi. Di dalam Silsilah itu, bermula dari Nabi Adam yang berputera Nabi Syits, kemudian Nabi Syits menurunkan Sang Hyang Nur Cahya, yang menurunkan Sang Hyang Nur Rasa. Sang Hyang Nur Rasa kemudian menurunkan Sang Hyang Wenang, yang menurunkan Sang Hyang Tunggal. Dan Sang Hyang Tunggal, kemudian menurunkan Batara Guru, yang menurunkan Batara Brahma. Berdasarkan pemahaman dari naskah-naskah kuno bangsa Jawa, Batara Brahma merupakan leluhur dari raja-raja di tanah Jawa.


Bani Jawi Keturunan Nabi Ibrahim
Di dalam Kitab ‘al-Kamil fi al-Tarikh‘ tulisan Ibnu Athir, menyatakan bahwa Bani Jawi (yang di dalamnya termasuk Bangsa Sunda, Jawa, Melayu Sumatera, Bugis… dsb), adalah keturunan Nabi Ibrahim. Bani Jawi sebagai keturunan Nabi Ibrahim, semakin nyata, ketika baru-baru ini, dari penelitian seorang Profesor Universiti Kebangsaaan Malaysia (UKM), diperoleh data bahwa, di dalam darah DNA Melayu, terdapat 27% Variant Mediterranaen (merupakan DNA bangsa-bangsa EURO-Semitik). Variant Mediterranaen sendiri terdapat juga di dalam DNA keturunan Nabi Ibrahim yang lain, seperti pada bangsa Arab dan Bani Israil.
Sekilas dari beberapa pernyataan di atas, sepertinya terdapat perbedaan yang sangat mendasar. Akan tetapi, setelah melalui penyelusuran yang lebih mendalam, diperoleh fakta, bahwa Brahma yang terdapat di dalam Metologi Jawa indentik dengan Nabi Ibrahim.
Brahma adalah Nabi Ibrahim
Mitos atau Legenda, terkadang merupakan peristiwa sejarah. Akan tetapi, peristiwa tersebut menjadi kabur, ketika kejadiannya di lebih-lebihkan dari kenyataan yang ada. Mitos Brahma sebagai leluhur bangsa-bangsa di Nusantara, boleh jadi merupakan peristiwa sejarah, yakni mengenai kedatangan Nabi Ibrahim untuk berdakwah, dimana kemudian beliau beristeri Siti Qanturah (Qatura/Keturah), yang kelak akan menjadi leluhur Bani Jawi (Melayu Deutro). Dan kita telah sama pahami bahwa, Nabi Ibrahim berasal dari bangsa ‘Ibriyah, kata ‘Ibriyah berasal dari ‘ain, ba, ra atau ‘abara yang berarti menyeberang. Nama Ibra-him (alif ba ra-ha ya mim), merupakan asal dari nama Brahma (ba ra-ha mim).
Beberapa fakta yang menunjukkan bahwa Brahma yang terdapat di dalam Mitologi Jawa adalah Nabi Ibrahim, di antaranya :
1. Nabi Ibrahim memiliki isteri bernama Sara, sementara Brahma pasangannya bernama Saraswati.
2. Nabi Ibrahim hampir mengorbankan anak sulungnya yang bernama Ismail, sementara Brahma terhadap anak sulungnya yang bernama Atharva (Muhammad in Parsi, Hindoo and Buddhist, tulisan A.H. Vidyarthi dan U. Ali)…
3. Brahma adalah perlambang Monotheisme, yaitu keyakinan kepada Tuhan Yang Esa (Brahman), sementara Nabi Ibrahim adalah Rasul yang mengajarkan ke-ESA-an ALLAH.
Ajaran Monotheisme di dalam Kitab Veda, antara lain :
- Yajurveda Ch. 32 V. 3 menyatakan bahwa tidak ada rupa bagi Tuhan, Dia tidak pernah dilahirkan, Dia yg berhak disembah
- Yajurveda Ch. 40 V. 8 menyatakan bahwa Tuhan tidak berbentuk dan dia suci
- Atharvaveda Bk. 20 Hymn 58 V. 3 menyatakan bahwa sungguh Tuhan itu Maha Besar
- Yajurveda Ch. 32 V. 3 menyatakan bahwa tidak ada rupa bagi Tuhan
- Rigveda Bk. 1 Hymn 1 V. 1 menyebutkan : kami tidak menyembah kecuali Tuhan yg satu
- Rigveda Bk. 6 Hymn 45 V. 6 menyebutkan “sembahlah Dia saja, Tuhan yang sesungguhnya”
Dalam Brahama Sutra disebutkan : “Hanya ada satu Tuhan, tidak ada yg kedua. Tuhan tidak berbilang sama sekali”.
(http://rkhblog.wordpress.com/2007/09/10/hindu-dan-islam-ternyata-sama/)
Ajaran Monotheisme di dalam Veda, pada mulanya berasal dari Brahma (Nabi Ibrahim). Jadi makna awal dari Brahma bukanlah Pencipta, melainkan pembawa ajaran dari yang Maha Pencipta.
4. Nabi Ibrahim mendirikan Baitullah (Ka’bah) di Bakkah (Makkah), sementara Brahma membangun rumah Tuhan, agar Tuhan di ingat di sana (Muhammad in Parsi, Hindoo and Buddhist, tulisan A.H. Vidyarthi dan U. Ali).
Bahkan secara rinci, kitab Veda menceritakan tentang bangunan tersebut : Tempat kediaman malaikat ini, mempunyai delapan putaran dan sembilan pintu… (Atharva Veda 10:2:31) Kitab Veda memberi gambaran sebenarnya tentang Ka’bah yang didirikan Nabi Ibrahim. Makna delapan putaran adalah delapan garis alami yang mengitari wilayah Bakkah, diantara perbukitan, yaitu Jabl Khalij, Jabl Kaikan, Jabl Hindi, Jabl Lala, Jabl Kada, Jabl Hadida, Jabl Abi Qabes dan Jabl Umar. Sementara sembilan pintu terdiri dari : Bab Ibrahim, Bab al Vida, Bab al Safa, Bab Ali, Bab Abbas, Bab al Nabi, Bab al Salam, Bab al Ziarat dan Bab al Haram.
Monotheisme Ibrahim

Peninggalan Nabi Ibrahim, sebagai Rasul pembawa ajaran Monotheisme, jejaknya masih dapat terlihat pada keyakinan suku Jawa, yang merupakan suku terbesar dari Bani Jawi. Suku Jawa sudah sejak dahulu, mereka menganut monotheisme, seperti keyakinan adanya Sang Hyang Widhi atau Sangkan Paraning Dumadi.Selain suku Jawa, pemahaman monotheisme juga terdapat di dalam masyarakat Sunda Kuno. Hal ini bisa kita jumpai pada Keyakinan Sunda Wiwitan. Mereka meyakini adanya ‘Allah Yang Maha Kuasa‘, yang dilambangkan dengan ucapan bahasa ‘Nu Ngersakeun‘ atau disebut juga ‘Sang Hyang Keresa‘.
Dengan demikian, adalah sangat wajar jika kemudian mayoritas Bani Jawi (khususnya masyarakat Jawa) menerima Islam sebagai keyakinannya. Karena pada hakekatnya, Islam adalah penyempurna dari ajaran Monotheisme (Tauhid) yang di bawa oleh leluhurnya Nabi Ibrahim.


sumber:
http://kanzunqalam.wordpress.com/2010/03/14/misteri-leluhur-bangsa-jawa/

Read more »

Selasa, 22 November 2011

Islam Indonesia, Antara Hari Ini dan Esok

dakwatuna.com - “Antara nyata dan tidak, antara mau dan tidak mau tapi itu semua adalah sebuah titik bahwa kita harus sadar bahwa kita adalah sebaik-baiknya umat ketika kita mampu menampakan sisi keislaman yang sebenarnya tanpa ada dikotomi antara tauhid dan aspek dunia.”
Telukjambe, September’08 Esok adalah sebuah kumpulan cerita yang abstrak dan tak bisa diprediksi, namun seorang manusia yang wajar adalah seseorang selalu mempersiapkan segalanya atau selengkapnya dengan baik untuk songsong masa depan. Allah Swt. Berfirman dalam Al Qur’an Surat Al Hasyr ayat 18 :
“ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Muslim yang baik adalah muslim yang sudah tahu betul apa yang akan dilakukan pada hari ini, dan ia sadar bahwa apa yang ia lakukan hari ini akan memberikan dampak yang signifikan pada masa mendatang. Tak ada nilai-nilai keraguan ataupun nilai yang cenderung kepada sikap pesimistis, karena semua tahu bahwa esok adalah abstrak dan harus dipersiapkan dengan matang.
Indonesia adalah negeri muslim terbesar di dunia, yang merupakan asset yang berharga dan merupakan tolak ukur dari masyarakat muslim dunia. Karena itulah wajah dunia muslim Indonesia selalu menjadi sorotan yang paling tajam, sehingga ia merupakan sebuah informasi penting dalam segala kepentingannya. Muslim Indonesia dengan ciri yang lebih moderat bahkan mampu memposisikan diri sebagai negara muslim yang mampu menerapkan kesejukan, merupakan wajah lain dari dunia Islam yang cenderung kekinian dianggap sebagai agama radikal,agama teroris.
Oleh karena itu menurut hemat saya, posisi tawar itu merupakan hal yang berharga yang harus terus diperankan oleh Indonesia. Dan juga dengan posisi yang demikian, seharusnya peran kita pun sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim terbesar harus lebih signifkan dalam kancah dunia internasional. Sebagai negara mayoritas muslim, sudah seharusnya juga mempersiapkan diri untuk menjadi negara yang mampu berkompetisi dengan masyarakat internasional. Kita seharusnya tidak perlu takut lagi dengan era pasar bebas jika sudah mempersiapkan dengan matang tentang kader-kader penerus.
Namun sayang, kita ini terlalu sering terjebak dalam pemikiran pragmatis sehingga cita-cita kita yang termaktub dalam preambule UUD’45 yakni mewujukan masyarakat adil makmur hanya akan menjadi mimpi di siang bolong. Jika kita menilik dan mentadaburi QS Al Hasyr ayat 18 tadi, sungguh akan menjadi sangat menarik dan akan mampu menggenjot mental bangsa menjadi bangsa yang selalu memiliki perencanaan yang mantap dalam melangkah.
Namun permasalahnnya tidak sesederhana itu, karena kita sebagai bangsa yang mayoritas muslim sudah kehilangan akarnya dan kehilangan pegangan utamanya. Nilai moral sebagai seorang muslim salah satunya saja nilai silaturahim hanya terlihat setahun sekali dalam tradisi mudik, lalu nilai lain tentang Islam contoh kejujuran sudah tergerus oleh pemikiran “perut adalah segalanya” sehingga kita pun menjadi negara mayoritas muslim namun sebagai negara peringkat ketiga dalam korupsi.
Al Qur’an yang seharusnya menjadi pedoman dan tuntunan dalam melangkah kini hanya menjadi hiasan di sudu-sudut ruangan dihiasi dengan bingkai dan terlihat rapi karena memang belum pernah dibuka, atau mungkin ada dari kalangan yang terlihat hafal ayat Al Qur’an namun sayang hanya sekedar hafal dan hanya sampai di bibir saja belum sampai ke hati dan perwujudan dalam kehidupan. Kita hanya menjadi bangsa yang hanya sekedar namanya saja mayoritas Islam, namun kepribadian- kepribadiannya jauh dari konsep pribadi muslim sejati.
Ini yang menjadi polemik, ini yang menjadi rancu atau dengan bahasa yang lain “masa orang Islam takut dengan Islam”. Ada apa dengan ajaran Islam, dan ada apa dengan ketakutan yang menghampiri orang-orang muslim kini tentang ajaran agamanya? Contoh dalam hal ini orang “Islam” malas dengan mengeluarkan zakat, padahal dengan pengelolaan zakat itu orang miskin itu menjadi tidak ada (contoh dalam hal ini baitul mal yang dikelola Umar ibn Abdul Aziz) lalu kenapa harus takut jika itu memberi peluang hidup yang lebih baik kepada saudara kita yang miskin. Dan dalam hal ini tidak pernah ada cerita orang kaya jatuh miskin hanya gara-gara zakat, malah kekayaan kita akan bertambah banyak dan yang jelas semakin barakah.
Islam di Indonesia seharusnya menjadi ruh dalam perubahan tataran moral pribadi-pribadinya, dari yang tak jelas menjadi semakin jelas, dari yang rapuh menjadi tatanan yang kuat. Islam seharusnya menjadi kekuatan perekat persatuan bangsa ini, dan bukan menjadi sebuah kata-kata yang tabu dalam ranah kenegaraan karena Islam itu menganut sistem rahmatan lil ‘alamin. Islam Indonesia seharusnya menjadi pioner dalam tumbuh kembangnya pribadi muslim yang mewujudkan aspek tauhid dalam ilmu pengetahuan teknologi, kebudayaan serta kehidupan sosial kemasyarakatan tanpa menjadi masyarakat yang antipati terhadap lingkungan sekitar (eksklusif).
Konsep syumuliyatul Islam (kesempurnaan Islam) harus mampu diserap atau bahkan ditransfer ke dalam jiwa setiap muslim, agar ia menjadi sadar bahwa Islam itu bukan hanya mengurusi atau mengatur ibadah sholat, zakat, puasa, haji namun juga keselurahan kehidupan pribadi muslim diatur bahkan sampai ke ranah kenegaraan. Oleh karena itu, mulai saat ini kita harus segera sadar bahwa kita itu adalah negara dengan mayoritas muslim terbesar dan punya peran cukup signifikan dalam kancah internasional mulai mempersiapkan generasi penerus yang akan datang menjadi generasi yang bukan generasi mental lemah, bukan generasi bodoh, dan bukan generasi yang hanya bisa menjadi follower murni.
Kita harus menyediakan fasilitas-fasilitas untuk menunjang pembentukan pribadi-pribadi bermental pemenang, kita harus memberikan kucuran-kucuran dana yang cukup dan memadai kebutuhan kepada mereka yang berani berjuang mewujudkan cita-cita bangsa ini. Islam itu harus menjadi titik tolak berfikir, bergerak, berjuang seorang muslim, dan bukannya menjadi sebuah kejumudan.
Esok hari merupakan harapan bagi orang-orang yang optimis, dan Islam selalu mengajarkan sikap optimis dalam menjalani hidup. Sudah saatnya kita teriak “bebas merdeka” dari cengkraman nafsu syaitani yang selalu menyusun dan mendayung kita untuk menjauh dari Allah swt. dan Sunnah Rasulullah saw. Sudah saatnya pula Islam Indonesia hari ini berjalan beriringan bersama Islam di seluruh dunia untuk sama-sama berfungsi sebagai pemimpin dunia yang mampu melayani umat dunia ini dalam kerangaka keragaman suku, budaya, bahasa, dan agama dan saya rasa Islam sudah selesai dalam kerangka keberagaman itu dengan QS Al Hujarat Ayat 13 dan QS Al Kafiruun ayat 6 dan Islam bukanlah agama yang ketika mengahadapi masalah harus selalu diselesaikan dengan peperangan (pedang terhunus).
Suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, kita saat ini punya peran dalam menjawab pertanyaan Islam Indonesia esok hari akan seperti apa? Allahu a’lam
Read more »

Kamis, 27 Oktober 2011

Kultwit @mahfudzsiddiq "Membongkar Celah Perampokan Uang Negara"

#PUN. Dimanakah celah2 perampokan uang negara? Ada 4! Sektor penerimaan, penyusunan anggaran, pembelanjaan dan penegakan hukum kasus2nya.

Sektor penerimaan uang negara dari pajak dan bukan pajak. Termasuk retribusi daerah. Ditambah Utang LN/DN. Ini domain Kemenkeu. #PUN

Apakah semua penerimaan riil telah sesuai dgn yg teradministrasikan? Ingat banyak kasus penyelewenagan pajak. Trmsk retribusi tdk jelas.#PUN

Sektor perencanaan dgn 2 alur. Di pemerintah via musrenbang lalu Rencana Kerja Pemerintah (RKP), nota keuangan, pagu anggaran dan RKAKL #PUN

RKAKL adl rencana kerja dan anggaran kementrian dan lembaga yg mcakup pusat dan daerah. Sering ada distorsi dlm proses ini. #PUN

Distorsi RKAKL krn msh ada ketdksesuaian usulan daerah dgn rencana pusat, dan bobot sinergi dan integrasi antar K/L yg blm maksimal. #PUN

Kemudian diikuti geledah lembaga legislatif, lembaga penegak hukum dan yudikatif. Mulai dari ISTANA ! #PUN

Jadi jika Seorang Presiden teriakkan "Perampokan Uang Negara", maka yg pertama hrs digeledah adl jajaran pemerintah pusat dan daerah. #PUN

Coba hitung! Jika 80 ribuan alur birokrasi terima suap/pungli Rp 1000/thn dr 50 juta warga --- hasilkan 4000 trilyun uang suap/pungli. #PUN

Itu belum termasuk praktek suap dan pungli jalanan. Retribusi parkir liar, pungli kemanan, suap lalu-lintas dan perhubungan, dll. #PUN

Jadi terbentar hampir 80 ribu alur birokrasi layanan masy dr kel/desa hingga Pusat yg jadi celah praktek suap dan pungli. #PUN

Ada lbh dr 75000 kel/desa, 7500 kecmtn, 4000an dinas Kab/Kota, 300an dinas Prov & 200an direktorat di Pusat yg lakukan layanan publik. #PUN

Di luar kerangka anggaran negara masih ada SUAP dan PUNGLI oleh jajaran birokrasi. Menguras uang masy atas hal yg sdh dibiayai negara. #PUN

BUMN dan BUMD kita blm punya budaya korporasi yg baik. Blm transparan, blm akuntabel, blm efesien. Sering jadi sapi perahan juga! #PUN

Di luar alur tsb, masih ada celah lain. Yaitu distorsi dlm penerimaan dan pembelanjaan anggaran di BUMN dan BUMD yg sgt banyak. #PUN

Itulah alur proses anggaran negara dgn celah2 kebocoran pada tiap tahapannya. Lubang terbesar di sektor penerimaan dan pembelanjaan. #PUN

Celah #PUN juga terjadi dlm proses pinjaman Luar/Dalam Negeri. Akibat birokratisasi dan persyaratan2 khusus yg tdk efesien namun mengikat.

Celah juga ada pada proses penyitaan, denda dan pengembalian harta negara hasil korupsi. Sering tdk memadai hasilnya! #PUN

Banyak terrsangka kasus2 anggaran dijadikan ATM oleh oknum aparat penegak hukum sampai suap untuk pengaruhi putusan pengadilan. #PUN

Nah celah terakhir adl pada proses penegakan hukum kasus2 anggaran yg ditangani Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan dan juga KPK. #PUN

Temuan2 indikasi penyimpangan oleh BPK sering dinego oleh birokrat dan pejabat. Ada imbalan tentu. Ingat kasus pemda Kota Bekasi? #PUN

Hasil audit BPK adl status penggunaan anggaran: Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), Wajar Dgn Pengecualian (WDP) dan Disclaimer. #PUN

Tahap dan celah ke-4 pada proses audit anggaran dan penegakan hukum kasus2 korupsi anggaran. Audit dilakukan oleh BPK 2x setahun. #PUN

Kebocoran melalui praktek mark-up, manipulasi program, double-anggaran, dan inefesiensi. Ada juga success-fee ke pejabat dan birrokrat. #PUN

Inilah tahap ke-3. Realisasi anggaran oleh pemerintah pusat dan daerah yg dulu oleh Prof Soemitro disinyalir bocor sd 30%. #PUN

Setelah jadi UU APBN dan Perda APBD, uang sepenuhnya di pemerintah pusat dan daerah. Mereka realisasi anggaran sesuai program. #PUN

Di tingkat Prov/Kab/Kota, pemda ajukan rencana kerja dan anggaran sesuai APBN ke DPRD. Disahkan sbg Perda APBD. Proses sama. #PUN

Hasil pembahasan dan perubahan yg dilakukan pemerintah & DPR disahkan dlm UU APBN. Lalu proses serupa dilakukan di tingkat Daerah. #PUN

Perubahan yg terjadi dlm pembahasan antara Pem & DPR maks 10% dr total anggaran yg diajukan pemerintah. 90% nyaris tdk berubah. #PUN

Pemda dan K/L yg blm terakomodir bisa lobi DPR. Biasanya untuk pos belanja modal dan transfer daerah. Bisa saja terjadi kolusi. #PUN

Tahap ke-2, pembahasan anggaran antara pemerintah & DPR. Mengacu ke nota keuangan, pagu anggaran dan RKAKL. DPR bisa usulkan perubahan. #PUN

Faktor lobi msh berpengaruh dlm proses penyusunan RKAKL di jajaran pemerintahan. Tgjwb Kemenkeu dan Bapenas. #PUN
Read more »

Jumat, 05 November 2010

Wong Fei Hung Ternyata Ulama dan Pendekar Sekaligus Tabib

Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film Once Upon A Time in China. Dalam film itu, karakter Wong Fei Hung diperankan oleh aktor terkenal Hong Kong, Jet Li. Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?

Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, Ahli Pengobatan, dan Ahli Beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan Komunis di China.

Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab-kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.

Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.

Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.

Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih.

Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan penindas. Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.

Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung sukses melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang legendaris. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734.

Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea). Jika saja pemerintah Ch’in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch’in.

Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.

Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton. Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya meninggal dalam usia pendek. Setelah istri ketiganya wafat, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.

Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad’afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya. Wong Fei-Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah Swt dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. Amiin.
(kaskus.us)
Read more »

Senin, 25 Oktober 2010

"Ibarat Sekolah, Menteri Punya Rapor"

VIVAnews - Menteri Komunikasi dan Komunikasi Tifatul Sembiring menegaskan evaluasi kinerja satu tahun Kabinet Indonesia Bersatu jilid II tidak berkaitan langsung dengan perombakan kabinet atau reshuffle.

"Secara undang-undang, tidak ada kewajiban presiden harus merombak kabinet," kata dia menjawab pertanyaan para tweeps di dunia jejaring sosial, Twitter, Minggu 24 Oktober 2010.

Tifatul pun meminta agar politisi asal partai koalisi menghentikan segala isu reshuffle ataupun prediksi-prediksi seputar pergantian menteri. "Karena tidak ada dasarnya sama sekali. Hanya membuat kabinet ini terganggu bekerja dan menimbulkan ketidakpastian. Ini manuver politik," tegasnya.

Dia pun mengingatkan pesan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar para menteri tidak terpengaruh dengan isu reshuffle dan tetap bekerja menjalankan program pembangunan.

Menteri asal PKS itu pun menyinggung juga soal evaluasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas KIB jilid II yang dia nilai memang perlu. "Ibarat orang sekolah itu ada rapornya," kata dia.

Jika Presiden SBY kemudian ingin melakukan reshuffle, kata dia, hal ini adalah kewenangan dia dan tentu dengan pertimbangan yang matang. "Saya yakin SBY tidak bisa ditekan soal ini. Dulu ada partai yg mengancam putus koalisi. Namun Presiden tidak mau memenuhi tuntutan itu," kata dia.
• VIVAnews
Read more »

Rabu, 20 Oktober 2010

Unjuk Rasa Setahun Pemerintahan SBY

VIVAnews –Ini hari unjuk rasa. Rabu, 20 Oktober 2010. Belasan organisasi masyarakat menghela massa ke sejumlah pusar kekuasaan. Istana Negara di Jakarta, gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Istana Negara di Bogor, Jawa Barat. Unjuk rasa itu digelar bertepatan dengan peringatan setahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boediono.

Rupa-rupa tuntutan yang diusung. Dari urusan sertifikat tanah, hingga menuntut SBY mundur dari kursi presiden. Walau sangat mudah diperdebatkan, kelompok yang menuntut pengunduran diri presiden itu beralasan bahwa SBY sudah membuat wajah negeri ini terlihat kusut. Mereka mengklaim rakyat ditelantarkan.

Massa yang berunjuk rasa itu diperkirakan 1500 orang. Mereka sudah mengirim surat pemberitahuan kepada Polda Metro Jaya soal rencana unjuk rasa itu. Sejumlah organisasi itu antara lain Gerakan Indonsia Bersih (GIB), elemen buruh, Petisi 28, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia, Persatuan Buruh se-Indonesia, dan Kontras.

Dari mana saja mereka bergerak? Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi menyebutkan bahwa sekitar 1.500 pengunjukrasa yang akan mendatangi Istana Negara, "Akan berangkat dari Gambir dan Bundaran HI.” Di depan Istana itu mereka akan menggelar orasi.

Rencana unjuk rasa sejumlah organisasi massa itu, diikuti sejumlah rumor serem, yang membuat orang ramai dicekam kecemasan. Rumor itu antara lain penggulingan Presiden SBY dan kemungkinan Jakarta rusuh.

Banyak pertanyaan muncul. Siapa yang menggulingkan pemerintahan yang sah ini. Dan apakah pengunjuk rasa, yang jumlahnya cuma 1500 itu, cukup bergigi menggulingkan presiden berpenduduk sekitar 240 juta ini?

Kelompok pengunjuk rasa sendiri membantah bahwa mereka mau menggulingkan SBY. Juga membantah mau membuat suasana kota jadi kisruh. Secara moral, kata Adhie Massardi, "Gerakan kami sudah menang." Untuk itu lanjutnya, unjuk rasa yang digelar Rabu besok itu, dilakukan sekedarnya saja. “Ala kadarnya saja dan ini baru gelombang awal, kata mantan Jubir Presiden Gus Dur itu.

Unjuk rasa itu, lanjutnya, jauh dari urusan makar. Dia mensinyalir ada upaya mencap setiap unjuk rasa sebagai gerakan makar. "Jangankan dari kami, ada isu pengadilan mau menangkap di Belanda saja sudah membuat dia ketakutan," kata Adhie Massardi.

Kelompok Bendera, yang pernah melansir aliran dana Bank Century ke sejumlah orang dalam Presiden SBY, menegaskan bahwa kabar penggulingan itu sengaja ditiup. Pada Rabu besok itu, kelompok ini cuma menggelar mimbar bebas. Mimbar itu akan didiirikan di depan sekretariat organisasi ini, di Jalan Dipengoro, Jakarta Pusat.

Mimbas bebas itu, kata kordinator Bendera Bona Ventura, "Adalah pra kondisi untuk bergerak pada 25 Oktober nanti, yang secara besar-besaran kami lakukan unjuk rasa.” kata Bona Ventura.

Agenda penggulingan SBY, juga dibantah keras barisan Persatuan Oposisi Nasional (PON), salah satu organisasi massa yang berunjuk rasa Rabu besok itu. Zein Maulana, kordinator aksi kelompok ini menuturkan bahwa unjuk rasa itu sama sekali tidak bermaksud menggulingkan Presiden SBY. "Bukan kami yang pertama kali mengatakan akan ada aksi penggulingan Presiden SBY." kata Zein.

Pengamanan Sampai di Bogor

Kepolisian tidak mau kecolongan dalam unjuk rasa ini. Untuk aparat akan dikerahkan untuk mengamankan unjuk rasa. Sekitar 19 ribu polisi akan mengamankan Jakarta. Mereka akan mengawal titik konsentrasi massa, sentra ekonomi dan sejumlah obyek vital.

Sejumlah kendaraan taktis (rantis) akan siagakan di Istana dan gedung DPR/MPR. Polisi meminta agar peserta demo tidak membawa binatang yang bisa mengganggu ketertiban jalan dan kepentingan umum.

Demi kepentingan umum itu Polri bertindak tegas. Polisi memberlakukan Prosedur Tetap (Protap) Nomor 1/X/2010 tentang penangganan unjuk rasa anarki. Aturan yang sudah disosialisasikan ini, memungkinkan polisi melakukan tembak ditempat terhadap kaum anarkis.

Pengamanan juga akan diperketat di Istana Bogor. Sebab, Rabu 20 Oktober 2010, Presiden SBY dan sejumlah menteri akan menggelar acara di Istana Bogor itu. "Acara di Bogor itu digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Badan Pertanahan Nasional (BPN)," kata Kepala Bagian Operasioanal Polres Kota Bogor, Ajun Komisaris Polisi Irwansyah, kepada VIVAnews, Selasa 19 Oktober 2010.

Dalam acara itu, secara simbolis Presiden akan memberikan sertfikat kepada warga Cilacap, Jawa Tengah. Ratusan hektare tanah yang terletak di kabupaten itu berhasil disertifikasi oleh BPN Pusat.

Massa petani dari sekitar Bogor akan memanfaatkan momentum peringatan HUT BPN itu untuk berunjuk rasa. Rencananya, massa petani dari Cipayung akan beraksi di depan Istana Bogor. Mereka menuntut sertifikasi massal tanah mereka. "Jadi, besok itu situasi di Istana Bogor sangat rawan. Sehingga, personel akan menjaga ketat istana Bogor," papar Irwansyah.

Mengantisipasi unjuk rasa itu, Polri mengerahkan 470 anggota dari Polres Kota Bogor dan Brimob Kedung Halang. Ini belum ditambah dengan jumlah personel dari TNI dan Paspampres. "Jumlah keseluruhan personel ribuan," tambah AKP Irwansyah.

Jangan Genit Jatuhkan Presiden

Tuduhan bahwa pemerintah SBY dan Boediono sudah gagal dibantah sejumlah menteri. Tuduhan itu, kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa, sama sekali tidak berdasar. Hatta meminta agar para penuduh itu bicara pakai data.

Selama satu tahun pertama pemerintahan ini, lanjut Hatta, sama sekali tidak ada deindustrialisasi. "Industri tumbuh 4,6 persen, dari sebelumnya yang cuma tumbuh 2 persen," kata Hatta di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Selasa 19 Oktober 2010.

Hatta meminta agar para pengunjuk rasa itu bisa memandang semua persoalan secara jernih. Ibarat melihat sebuah gelas, tergantung sudut pandangnya dari mana. "Kalau belum penuh jangan dibilang masih kosong. Bisa dikatakan baru 60 persen terisi, tinggal 40 persen lagi," kata Hatta.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Ham), Patrialis Akbar menegaskan bahwa gerakan untuk menjatuhkan pemeritahan itu sama sekali tidak berdasar. "Ini pemerintahan yang sah, ini pemerintahan konstitusional, jadi tidak mungkin ada yang bisa menjatuhkan," kata Patrialis di Jakarta, Selasa 19 Oktober 2010.

Patrialis menjelaskan bahwa pemerintahan SBY-Boediono juga tidak dapat dijatuhkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat. Pemerintahan ini hanya bisa jatuh, jika ada undang-undang yang dilanggar oleh SBY atau Boediono. Dan sejauh ini belum ada undang-undang yang dilangar keduanya.

"Sistem kita bukanlah parlementer tapi presidensial. Lagian Indonesia kan sedang membangun, jangan genit untuk menjatuhkan presiden dan pemerintah," ujarnya.

Presiden SBY menyampaikan bahwa semua kritik, petisi dan unjuk rasa apapun haruslah dihormati. "Tidak perlu kita sangat terganggu, tidak perlu sangat emosional, mari kita hormati," kata Presiden SBY ketika berkunjung ke Makasar, Selasa 19 Oktober 2010.

Tindakan tegas baru akan dilakukan, lanjut Presiden SBY, apabila terjadi aksi anarki dalam unjuk rasa itu. "Apalagi sampai penggulingan pemerintahan yang sah, sebab itu domain hukum," kata SBY.
Read more »

Minggu, 17 Oktober 2010

10 Bersaudara Hafal Al-Qur’an


dakwatuna.com – Telanaipura. Siapa yang menyangka bila 10 putra pasangan H Mutammimul Ula (Ustadz Tammim) dan Wirianingsih (Ibu Wiwi), ternyata bisa menjadi penghapal Alquran alias Hafizh. Pada Sabtu (28/8) lalu, keluarga ini mengikuti undangan DPD PKS Jambi.

Kedua pasangan suami istri tersebut mendidik dan membina kepribadian putra-putrinya dengan kebaikan akhlak, perilaku Qurani, anggota keluarga tidak pernah lepas untuk menghapal ayat suci Alquran yang menjadi pegangan hidup bagi seluruh umat muslim.

Keluarga tersebut juga menjadi inspirasi bagi keluarga muslim lainnya untuk dapat meneladani keistimewaannya. Kesepuluh putra mereka, selain berhasil di bidang keagamaan, juga berhasil di bidang akademik dan kemasyarakatan.

Misalnya, putra pertama H Mutamimul ‘Ula, Afzalurahman Assalam. Kini dia semester akhir Teknik Geofisika ITB, hafal Alquran sejak usia 13 tahun, dan Juara I MTQ putra pelajar SMU se-Solo. Selain itu, dia juga menjabat sebagai Ketua Pembinaan Majelis Taklim Salman ITB dan terpilih sebagai peserta Pertamina Youth Programme 2007.

Hal itu membuktikan bahwa prestasi di bidang menghapal Alquran tidak menyurutkan prestasi lainnya di bidang keduniawiaan, terutama dalam bidang pendidikannya yang terus menanjak.

Selain dari seorang putranya itu, sembilan saudara lainnya juga memiliki prestasi gemilang, dari prestasi akademik, jabatan di keorganisasian, juara MTQ, dan selalu mendapatkan amanah yang baik di dalam lingkungan. Dari kesepuluh putranya, empat putranya hapal 30 juz, ada yang hapal 29 juz, 15 juz, 13 juz, sembilan juz, dan dua juz bagi dua putranya yang masih duduk di bangku SDIT Mampang Jakarta Selatan.

Dalam kesempatan menyambut momen Nuzul Quran (turunnya Alquran), DPD PKS Kota Jambi menghadirkan langsung H Mutamimul ‘Ula dan seorang putranya yang kedelapan yaitu Muhammad Syaihul Basyir atau akrab disapa Basyir, Sabtu (28/8) lalu di Aula Museum Negeri Jambi Telanaipura.

Keluarga Mutamimul pun membagikan tip dan menjadi motivator bagi keluarga muslim di Kota Jambi. Antusiasme peserta yang hadir dalam kegiatan cukup tinggi. Itu terlihat dari jumlah kursi yang disediakan seluruhnya terisi, bahkan ada peserta yang rela untuk berdiri demi mendengarkan motivasi dari H Mutamimul ‘Ula tersebut.

Bagaimana kunci kesuksesannya? Meski keduanya sibuk atas pekerjaan yang sebelumnya merupakan politikus dari PKS serta sibuk dalam dunia dakwah (menyebarkan syiar Islam di tengah masyarakat), namun, pasangan suami-istri ini memiliki komitmen terhadap pendidikan anak. Terutama pendidikan agama, akhlak dan kepribadian anak.

Keluarga ini sebagaimana keluarga lainnya yang hidup di tengah arus globalisasi, putra mereka tetap diberi kebebasan menikmati berbagai fasilitas teknologi. “Namun, yang terpenting adanya imun (kekebalan) di dalam diri anak. Sehingga anak dapat tetap terjaga,” ujar Ustad Tamim saat menyampaikan urainnya di hadapan peserta.

Tamim menekankan, banyak beramal ibadah, berdoa, merupakan kunci keberhasilan untuk kebaikan hidup di dunia dan akhirat. Kedua pasangan ini sangat memperhatikan pentingnya manajemen waktu, konsisten (istiqamah), dan terus mengontrol perkembangan putra mereka dalam keluarga yang terus membina hubungan baik.

Bahkan, mengenai pengecekan hasil belajar putra mereka, kedua pasangan ini lebih mengutamakan untuk mengecek hapalan Alquran putra mereka, dan selanjutnya barulah menanyakan mengenai tugas sekolah atau kuliah. “Karena bila hapalan telah baik. Maka, yang lainnya akan ikut sendiri,” ujar Ustad Tamim yang sangat rendah hati dan tak pernah ingin berbangga diri itu.

Putra kedelapan Ustad Tamim yang baru kelas III SMP, Basyir mengutarakan, dia tidak begitu tertarik dengan permainan yang membuatnya lalai. Alquran aktivitas kebaikan lainnya, lebih menarik hatinya ketimbang harus menghabiskan waktu dengan permainan anak-anak yang marak akhir-akhir ini.

Saat dikonfirmasi kepada ketua pelaksana yang juga Ketua DPD PKS Kota Jambi Syafruddin Dwi Aprianto, dihadirkannya seorang inspirator generasi Qurani itu, bertepatan dengan momen Nuzul Quran pada Ramadan kali ini. “Selain itu, untuk memotivasi keluarga muslim agar dapat meneladani Ustad Tamim dan istri yang dapat mendidik 10 putranya menjadi bintang Alquran,” katanya.(dwy/ji)
Read more »

Kamis, 14 Oktober 2010

Anak Kader PKS Wajib Sekolah Sampai S2

INILAH.COM, Semarang - Partai Keadailan Sejahtera (PKS) akan mewajibkan anak-anak kadernya untuk bersekolah hingga mencapai jenjang S2.

Ide program wajib belajar hingga Strata 2 (S2) itu dicetuskan oleh Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq saat berdialog dengan anak-anak kader PKS, Jumat (8/10) malam di Semarang, Jateng. Acara yang diselenggarakan sebelum Pembukaan Musyawarah Wilayah II PKS Jateng tersebut dihadiri ratusan anak kader PKS yang datang dari berbagai kota di Jawa Tengah.

Luthfi menekankan bahwa anak-anak kader PKS wajib menempuh pendidikan hingga jenjang S2, tidak terkecuali. Bahkan Luthfi mengatakan bahwa struktur partai tidak akan segan-segan menegur kader PKS yang memiliki kemampuan namun tidak melaksanakan program wajib belajar ini. Sementara bagi kader yang kurang mampu struktur partai akan membantu dengan cara mencarikan jalan keluar bagi persoalan tersebut, misalnya mengupayakan bea siswa.

"'Kalau orang tua kalian tidak bisa membiayai karena persoalan ekonomi, datanglah ke pengurus PKS. Sampaikan persoalan kalian. Insya Allah kita akan membantu agar kalian dapat meneruskan pendidikan ke
jenjang S2," kata Luthfi yang disambut dengan tepuk tangan meriah putra putri kader PKS.

Luthfi menyampaikan, program wajib belajar S2 yang dibuat PKS merupakan bentuk perhatian PKS akan pentingnya melakukan investasi dalam bidang pendidikan. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas agar mampu menghadapi tantangan masa depan.

Ke depan, lanjut Luthfi, tantangan akan semakin sulit dan ketat. Untuk itu diperlukan SDM yang berkualitas, yang mampu menghadapi tantangan jaman. Karena itu harus dipersiapkan jauh-jauh hari. Luthfi juga berharap dengan program ini putra-putri kader PKS dapat menunjukkan prestasi yang bisa dibanggakan dan memiliki perilaku yang baik.

"Prestasi kalian dalam bidang apa pun hendaknya bisa di atas rata-rata. Kalau tidak di pendidikan di olahraga, bisa juga di kesenian, dan bidang-bidang lainnya," tandasnya.
Read more »

Relawan KAMMI dan BSMI Tiba di Manokwari

dakwatuna.com – Makassar. Relawan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia dan Bulan Sabit Merah Indonesia Makassar, tiba di Kota Manokwari, Senin (11/10), untuk memberikan bantuan bagi korban bencana di Distrik Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat.
Humas KAMMI Makassar, Jusman Dalle, di Makassar, mangatakan rombongan kemanusiaan itu tiba Senin pagi dan langsung menuju pusat-pusat penampungan pengungsi di Manokwari untuk memberi bantuan. “Di pengungsian, kami memfokuskan upaya bantuan pada penanganan medis. Tidak menutup kemungkinan ada di antara pengungsi Wasior yang mengalami sakit, jadi tim kami sedang mengidentifikasi,” ujarnya.
Dia menjelaskan, menurut laporan Sekretaris BSMI Makassar Sulfiadi ke Posko Pusat Pelayanan Sosial (PPS) KAMMI di Makassar jumlah pengungsi yang berada di Manokwari cukup banyak, sebab berdasar hasil pendataan hanya sekitar 20 persen warga yang tetap bertahan di Wasior.
Karena itu, bantuan obat-obatan senilai Rp 7 juta rupiah yang pekan lalu digalang KAMMI di Makassar, akan lebih banyak digunakan di Manokwari. Menurut rencana, setelah dua hari di kota tersebut, relawan baru akan berangkat menuju Wasior. “Alhamdulillah, warga Makassar sangat partisipatif menolong sesama. Bantuan sebesar Rp7 juta itu kami kumpulkan hanya dalam waktu tiga hari, dimulai sehari setelah bencana Wasior terjadi,” katanya.
Jusman mengatakan, penggalangan dana untuk Wasior akan terus dilanjutkan hingga sepekan ke depan dengan menurunkan semua kader KAMMI dan pengurus BSMI. Kegiatan tersebut dipusatkan di bawah fly over (jalan layang) Urip Sumoharjo Makassar dan beberapa lokasi-lokasi strategis lainnya di Makassar, seperti di persimpangan Jalan Sultan Alauddin-Jalan AP Pettarani. (Budi Raharjo/Antara/RoL)
Read more »

 

Goresan pena

Kabar berita

Harokatuna