AL FAMH
Wahai saudaraku yang tulus ... !
Yang saya maksud dengan fahm (pemahaman) adalah bahwa engkau yakin bahwa fikrah kita adalah 'fikrah islamiyah yang bersih'. Hendaknya engkau memahami Islam, sebagaimana kami memahaminya dalam batas-batas ushul al-'isyrin (dua puluh prinsip) yang sangat ringkas ini:
20 prinsip (ushulul ‘isyrin) adalah pokok – pokok pemahaman dasar (fikrah) kepada agama islam yang lurus. Seluruh aktivis Islam harus memahami dinnya sebagaimana 20 prinsip yang termaktub dalam ushul ‘isyrin tersebut. Tak terkecuali bagi aktivis KAMMI yang notabenenya ‘bertitel’ aktivis pergerakan Islam. Ruh dari 20 prinsip ini seharusnya menjadi ruh dalam memahami pergerakannya.
Islam adalah sistem yang menyeluruh, yang menyentuh seluruh segi kehidupan. Ia adalah negara dan tanah air, pemerintah dari umat, akhlak dan kekuatan, kasih sayang dan keadilan, peradaban dan undang-undang, ilmu dan peradilan, materi dan kekayaan alam, penghasilan dan kekayaan, jihad dan dakwah, pasukan dan pemikiran, sebagaimana juga ia adalah aqidah yang lurus dan ibadah yang benar, tidak kurang dan tidak lebih.
Prinsip Pertama, adalah pemahaman tentang ke-sumuliyah-an fikrah gerakan KAMMI. Di KAMMI, Tidak ada ‘dikotomi pemikiran’ antara satu bidang dengan bidang yang lain. KAMMI tidak pernah memisahkan antara Islam dan politik. KAMMI tidak pernah memisahkan antara dakwah dan akademik. KAMMI tidak pernah memisahkan antara mahasiswa dan masyarakat. KAMMI tidak pernah memisahkan antara kampus dan negara. Semua terbingkai dalam satu kesatuan pemikiran islami yang integral.
Di kampus, kita melihat banyak mahasiswa muslim atau organisasi keIslaman yang hanya memperdalam aspek keIslaman saja dan tidak mau memperhatikan atau memperdalam pemahaman pada masalah – masalah sosial politik. Atau sebaliknya, banyak dari mereka hanya membahas dan memperdalam isu – isu sosial politik tanpa memperdalam masalah – masalah keislaman. Yang demikian bukan karakter KAMMI. Karena, selain memperdalam masalah keislaman, KAMMI juga selalu memperdalam pehaman – pemahaman tentang sosial politik baik dari segi pemikiran maupun praksis gerakan, yang itu semua merupakan pegejawantahan KAMMI sebagai gerakan politik ekstraparlementer.
Kita juga melihat banyak mahasiswa atau organisasi mahasiswa yang berkutat dan disibukkan pada masalah – masalah akademik saja tanpa memperhatikan nilai – nilai dakwah. Atau sebaliknya, banyak organisasi keislaman atau organisasi dakwah yang melupakan sisi – sisi pengembangan akademik dan keilmuan. Yang demikian juga bukan karakter KAMMI. Karena, selain sebagai organisasi keislaman yang aktivitasnya merupakan aktivitas dakwah, KAMMI juga melakukan pendalaman dalam bidang keilmuan dan kompetensi bidang kader – kadernya untuk mencapai salah satu kompetensi kritis Muslim Negarawan: Kepakaran dan Profesionalisme.
Kita juga melihat banyak mahasiswa atau organisasi yang orientasi dan pembahasannya hanya permasalahan sekup kampus saja tanpa menyentuh pembahasan permasalahan – permasalahan bangsa dan negara yang sekupnya lebih luas. Atau sebaliknya, mereka lebih sibuk memikirkan permasalahan – permasalahan negara sehingga lupa pada lingkup kampus tempat mereka berada. Yang demikian juga bukan karakter KAMMI. Karena, Selain membahas isu – isu kampus, KAMMI juga intens membahas isu – isu di luar kampus dari sekup daerah sampai nasional sebagai implementasi KAMMI sebagai Gerakan Sosial Independen yang tak terpisahkan dari masyarakat dan bangsa indonesia.
(Bersambung...)
::Dody Arief Krisnawan::
Minggu, 17 Oktober 2010
Serial Pergerakan KAMMI (1)
13.31
Thoriq Ad Daawiy


0 komentar:
Posting Komentar