Tiba – tiba ia memelukku. Hangat. Sampai terasa dalam hati hangatnya. Ahh, mungkin ini yang namanya ukhuwah. Hangat. Dan indah. Walaupun kita belum pernah mengenal sebelumnya, senyumnya begitu khas seperti sudah lama aku mengenalnya. Mungkin lantunan rabithoh yang sering kita lantunkan saling mengikat hati kita sebelum ikatan pertemuan ini.
Cerita persaudaraan selalu bertutur tantang cerita cinta. Tapi aku tak ingin bercerita tentang cerita diriku sendiri. Terlalu egois. Aku ingin bercerita tentang anda dan kita semua. Tentang ikatan ini. Tentang persaudaraan ini. Aku tak tau ini ceita bahagia atau cerita sedih. Aku juga belum tau harus memberi judul apa tulisan ini. Ini hanya curahan hati yang tak sanggup terurai dalam kata. Hanya susunan huruf inilah yang menjadi pengungkap gejolak jiwa. Penyata rasaku pada kalian. Yang mungkin tidak bisa sesering ku ungkapkan.
Jika orang lain memulai cerita persahabatan setelah saling mengenal, kita sudah memulai cerita indah itu jauh sebelum kita dipertemukan secara fisik. Jauh sebelum kita saling mengenal. Pertemuan dan perkenalan serasa hanya menjadi sebuah deklarasi cinta kita. Pertemuan menjadi ajang pelampiasan rindu yang sangat setelah sekian lama ruh kita telah bertemu dalam lantunan doa – doa kita. Semua bercerita tentang keindahan. Bahkan cerita kesedihan itu telah berganti rasa menjadi manis. Indah. Semua cerita itu terangkum dalam kosa kata besar bernama ‘persaudaraan’.
Ini kisah nyata. Dulu ada seorang ikhwah pada saat itu sedang kehabisan dana bulanannya karena seluruh kiriman uang dari orang tuanya ia pakai untuk kegiatan daurah di sebuah lembaga dakwah. Ketika ditanya sahabatnya bagaimana ia makan sebulan ke depan, dengan ringan ia mengatakan, “aku punya Allah di hatiku dan saudara – saudara di sekitarku!!”. Ternyata benar apa yang menjadi keyakinannya. Allah membantunya melalui tangan saudara – saudara di sekitarnya. Ada beberapa ikhwah yang menaggung makan dan keperluan kuliahnya selama sebulan. Dan masih banyak cerita indah lainnya yang belum tidak aku sampaikan di sini.
Teruntuk saudara – saudara ku di mana pun kalian berada. Aku mungkin tidak bisa membuat cerita persaudaraan kita seindah cerita mereka. Mungkin masih banyak hak ukhuwah yang terlalaikan olehku kepada kalian. Tadi malam, dalam perenunganku, aku merasa sangat menyesal karena aku tidak bisa memberi cita rasa persaudaraan yang hangat dan indah pada kalian. Maka melalui tulisan ini, aku sampaikan mohon maaf ya ayyuhal ikhwah… uhibbukum fillah. Sebenarnya ingin aku ungkapkan kata – kata itu setiap pertemuan kita. Kepada kalian semua. Sesering mungkin. Sebanyak mungkin. Sebagai tanda ungkapan bahwa aku mencintai kalian semua karena Allah.
Wallahu a’lam.
(Dody Arief Krisnawan)
12.57
Thoriq Ad Daawiy


0 komentar:
Posting Komentar